Layanan Desain

Layanan Desain

Klik Iklan Ini

Jumat, 07 Oktober 2011

PROSEDUR, CARA DAN SYARAT PENDIRIAN CV


CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi, misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa, perdagangan, catering, dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat memilih CV sebagai alternatif Badan Usaha yang memadai.Apakah bedanya CV dengan PT?

Perbedaan yang mendasar antara PT dan CV adalah, PT merupakan Badan Hukum, yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, dia merupakan Badan Usaha yang tidak berbadan hukum, dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.

Karakteristik CV yang tidak dimiliki Badan Usaha lainnya adalah: CV didirikan minimal oleh dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (persero pengurus) yang nantinya akan bergelar Direktur, sedangkan yang lain akan bertindak selaku Persero Komanditer (Persero diam). Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas Perseroan; dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk Persero Komanditer, karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.

Perbedaan lain yang cukup penting antara PT dengan CV adalah, dalam melakukan penyetoran modal pendirian CV, di dalam anggaran dasar tidak disebutkan pembagiannya seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah. Semua itu karena memang tidak ada pemisahan kekayaan antara CV dengan kekayaan para perseronya.

BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN CV?

CV dapat didirikan dengan syarat dan prosedur yang lebih mudah daripada PT, yaitu hanya mensyaratkan pendirian oleh 2 orang, dengan menggunakan akta Notaris yang berbahasa Indonesia. Walaupun dewasa ini pendirian CV mengharuskan adanya akta notaris, namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak mutlak harus dengan akta Notaris.

Pada saat para pihak sudah sepakat untuk mendirikan CV, maka dapat datang ke kantor Notaris dengan membawa KTP. Untuk pendirian CV, tidak diperukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu. Oleh karena itu proses nya akan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pendirian PT.
Namun demikian, dengan tidak didahuluinya dengan pengecekan nama CV, menyebabkan nama CV sering sama antara satu dengan yang lainnya.
Pada waktu pendirian CV, yang harus dipersiapkan sebelum datang ke Notaris adalah adanya persiapan mengenai:
1. Calon nama yang akan digunakan oleh CV tersebut
2. tempat kedudukan dari CV
3. Siapa yang akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak selaku persero diam.
4. Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut (walaupun tentu saja dapat mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya).

Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV, sebenarnya cukup hanya dengan akta Notaris tersebut, namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut, sebaiknya CV tersebut di daftarkan pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan.

Apakah itu akta, SKDP, NPWP dan pendaftaran pengadilan saja sudah cukup?
Sebenarnya semua itu tergantung pada kebutuhannya. Dalam menjalankan suatu usaha yang tidak memerlukan tender pada instansi pemerintahan, dan hanya digunakan sebagai wadah berusaha, maka dengan surat-surat tersebut saja sudah cukup untuk pendirian suatu CV. Namun, apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk keperluan tender, biasanya dilengkapi dengan surat-surat lainnya yaitu:
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
3. Tanda Daftar Perseroan (khusus CV)
4. Keanggotaan pada KADIN Jakarta.

Pengurusan ijin-ijin tersebut dapat dilakukan bersamaan sebagai satu rangkaian dengan pendirian CV dimaksud, dengan melampirkan berkas tambahan berupa:
1. Copy kartu keluarga Persero Pengurus (Direktur) CV
2. Copy NPWP Persero Pengurus (Direktur) CV
3. Copy bukti pemilikan atau penggunaan tempat usaha, dimana
a. apabila milik sendiri, harus dibuktikan dengan copy sertifikat dan copy bukti
pelunasan PBB th terakhir
b. apabila sewa kepada orang lain, maka harus dibuktikan dengan adanya
perjanjian sewa menyewa, yang dilengkapi dengan pembayaran pajak sewa
(Pph) oleh pemilik tempat.
sebagai catatan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta, yang
dapat digunakan sebagai tempat usaha hanyalah Rumah toko, pasar atau perkantoran.
Namun ada daerah-daerah tertentu yang dapat digunakan sebagai tempat usaha yang
tidak membayakan lingkungan, asalkan mendapat persetujuan dari RT/RW setempat
4. Pas photo ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang warna merah

Jangka waktu pengurusan semua ijin-ijin tersebut dari pendirian sampai dengan selesai lebih kurang selama 2 bulan.

Sebagai penutup, saya sarankan agar dalam mendirikan suatu bidang usaha, alangkah baiknya untuk dipertimbangkan dari segala segi, tidak hanya dari segi kepraktisannya, namun juga dari segi pembagian resiko di antara para persero, agar tidak terjadi pertentangan di kemudian hari.

Sumber: Irma Devita

Kamis, 06 Oktober 2011

PENGOLAHAN KOTORAN TERNAK (SAPI) MENJADI BIOGAS

Teknologi Biogas
Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak. Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman/budidaya pertanian. Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah, kandungan unsur hara pupuk organik, kandungan tinja manusia anatara 5 – 7 % N, 3 – 6 % P2O5, 1,00 - 2,50 % K2O, sedangkan kemih manusia terdapat kandunag hara antara 15,00 - 19,00 % N, 2,50 - 5,00 % P2O5, 3,00 - 2,50 K2O.
Biogas adalah energi yang dapat diperbarui ( renewable ). Dengan adanya teknologi biogas ini diharapkan dapat mengurngai tergantungan terhadap bahan kabar fosil, meningkatan sumber
daya manusia, melestarikan alam, dapat mendapatkan suatu profit untuk daerah pengembangan. Beberapa keuntungan dari biogas
  • Biogas yang dihasilkan dalam 1 M3 setara dengan 0,4 kg minyak diesel, 0,8 liter bensin, 3,5 kayu bakar.
  • Dengan 1 M3 biogas dapat menghasilkan 1,25 Kwh, dan menjalankan mesin 1 PK selama 2 jam.
  • Setara dengan Elpiji 0,46 kg
  • Minyak tanah 0,62 liter
  • Minyak solar 0,52 liter
Biogas memberikan substitusi atau pengganti dari bahan bakar fosil untuk penerangan, kelistrikan, memasak dan pemanasan. Methana (CH4) yang dihasilkan secara alami oleh kotoran yang menumpuk merupakan gas penyumbang terbesar pada efek rumah kaca, bahkan lebih besar dibandingkan CO2. Pembakaran Methana pada Biogas mengubahnya menjadi CO2 sehingga mengurangi jumlah Methana di udara. Dengan lestarinya hutan, maka akan menyebabkan CO2 yang ada di udara akan diserap oleh hutan yang menghasilkan Oksigen yang melawan efek rumah kaca, kotoran dari biomass juga juga menghasilkan bakteri yang bersifat pathogen mengakibatkan racun terhadap lingkungan ataupun manusia.
Manfaat biogas dalam bidang ekonomi, masyarakat keluarga-keluarga yang menggunakan biogas sudah tidak membutuhkan pembelian bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya. Bagi mereka yang biasanya mencari/memotong kayu bakar di hutan kini waktunya bisa dipergunakan untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah ekonomis, dengan pekerjaan sambilan yang lain. Kotoran manusia menjadi sangat berharga, lingkungan menjadi bersih dan kesehatan menjadi lebih baik, Keluarga petani yang biasanya menggunakan pupuk kimia untuk menanam, kini bisa menghemat biaya produksi pertaniannya karena sudah tersedia pupuk organic dalam jumlah yang memadai dan kualitas pupuk yang lebih baik. Dalam skala industri dapat meningkatankan ( PAD ) pendapatan asli daerah dengan membayar retribusi ke daerah, menekan subsidi negara terhadap kesedian bahan bakar yang mencapai nilai trilyunan. Tidak kalah pentingnya energi adalah salah satu factor dari ketahanan nasional selain pangan, krisis bahan bakar motor yang terjadi dimana – mana dapat terkurangi dengan adanya transportasi yang berbahan bakar gas. Untuk kebutuhan listrik yang sedang terjadi pemadapan bergilir sekarang dapat ditekan dengan mengbangun PLTU ( pemasangan generator sklala UKM ) untuk masyarakat disekitar pengembangan. Bahan bakar untuk memasak yang biasanya di pedesaan memakai bahan bakar kayu diambil dari hutan berakibat kerusakan hutan dimana - mana, bencana longsor dan banjir tidak bisa kita hindari lagi, sedangkan masyarakat di pingiran kota maupun di pusat kota sekalipun kini dapat mengunakan bahan bakar altenatif dalam memasak untuk kebutuhan keluarga masing - masing
Aspek Sosial - Kultural penerapan teknologi biogas. Menerapkan teknologi baru kepada masyarakat desa merupakan suatu tantangan tersendiri akibat rendahnya latar belakang pendidikan, pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki. Terlebih lagi pada penerapan teknologi biogas, bahwa kotoran yang mereka anggap menjijikan sekarang beruba menjadi api dan sebagai sumber energi. Masyarakat dapat belajar penerapan teknologi secara langsung, mengubah pemikiran terhadap pentingannya teknologi dalam kehidupan sehari – hari, Dalam skala besar ( industri ) memberi peluang pekerjaan bagi masyarakat pedesaan yang melakukan teknologi biogas. Meningkatkan ekonomi dengan memberikan gaji perbulan bagi pekerja, selanjutnya masyarakat pedesaan tidak lagi perpikir untuk pergi ke kota dengan maksud mencari pekerjaan, menekan peningkatan urbanisasi yang menjadi masalah bersama.
Kandungan Biogas
Dari table dilihat hasil yang paling banyak adalah kandungan methan ( CH4 ), yang kemudian dimanfaatkan sabagai sumber energi dapat di gunakan memasak, dalam skala besar untuk pengganti bahan bakar pembangkit. Rasio perbandingan karbon sangat berpengaruh terhadap optimalisasi proses biogasperbandingan Karbon (C) dan Nitrogen (N) atau disebut rasio C/N. Beberapa percobaan yang telah dilakukan oleh ISAT menunjukkan bahwa aktifitas metabolisme dari bakteri methanogenik akan optimal pada nilai rasio C/N sekitar 8-20. Bahan organik dimasukkan ke dalam ruangan tertutup kedap udara (disebut Digester) sehingga bakteri anaerob akan membusukkan bahan organik tersebut yang kemudian menghasilkan gas (disebut Biogas). Biogas yang telah terkumpul di dalam digester selanjutnya dialirkan melalui pipa penyalur gas menuju tabung penyimpan gas atau langsung ke lokasi penggunaannya.




Dari table rasio menunjukan angka tertinggi kandungan C/N adalah jenis kotoran sapi, berarti lebih optimal untuk menghasilkan biogas. Produktifitas biogas 1 M3 dihasilkan dari kotoran sapi 40 kg.

Diagram Proses Biogas



Kotoran ternak sebagai raw material dalam proses dicampur dengan air dengan perbandingan 1 : 1, di fermentasi ( di tambah mikroba ) selama kurang lebih 14 hari. Gas yang terbentuk akan di tampung dalam reaktor yang kemudian dapat di gunakan sebagai bahan bakar ( kompor ). Kapasitas gas yang terbentuk di pengaruhi oleh banyak dan sedikitnya input, dan berpengaruh juga terhadap reaktor pengolahan biogas. Dalam Proses ini bersifat anaerobic, otomatis reaktor fermentasi tidak boleh ada gas dari luar masuk.



Dari prototype di atas mari kita mencoba untuk menciptakan dan melaksanakan inovasi teknologi pengolahan kotoran ternak ( sapi ) menjadi biogas, untuk diri sendiri dan masyarakat sekeliling kita.

Panel Energi Surya Dari Rambut Manusia


Penelitian tentang pembuatan energi yang murah, hemat dan ramah lingkungan terus dikembangkan. Seperti yang dilakukan Milan Karki (18). Remaja yang tinggal di sebuah desa di Nepal. Ia menemukan tipe panel solar baru yang terbuat dari rambut manusia. Dan ia meyakini penemuannya merupakan solusi untuk pemenuhan energi dunia.

Dituturkan Milan, rambut sangat mudah digunakan menjadi konduktor dalam sebuah panel solar dan bisa memperbarui energi yang dikeluarkannya. “Awalnya saya ingin menyediakan listrik di kediaman saya, lalu di desa tempat tinggal saya. Kini saya berpikir untuk seluruh dunia,” ujar Milan yang bersekolah di ibukota Kathmandu.

Dijelaskan Milan, rambut tersebut menggantikan silikon, yang komponennya hampir sama digunakan pada panel solar. Artinya panel bisa dibuat dengan biaya rendah bagi mereka yang memiliki sambungan listrik.

Di Nepal, banyak area pedesaan yang tidak memiliki sambungan listrik. Meski di beberapa tempat sudah diterangi listrik, namun pemakaiannya hanya dibatasi 16 jam per hari. Nah, awalnya Milan dan empat temannya membuat panel solar tersebut sebagai sebuah percobaan. Mereka meyakini penemuan ini bisa diaplikasikan dan berkembang lebih lanjut.

“Saya mencoba memproduksinya secara komersial dan mendistribusikan di wilayah tempat tinggal saya. Saat ini tengah dilakukan percobaan agar bisa diketahui segala kemungkinannya,” jelas Milan.

Solar panel tersebut menghasilkan energi sebesar 9 V (18 W), dan untuk membuatnya butuh biaya sekitar Rp 379.500. Tapi jika diproduksi secara missal, menurut Milan, harga jualnya bisa mencapai separuh atau bahkan seperempat dari modal awal yang diperlukan untuk membuatnya.

Melanin, pigmen yang memberikan warna pada rambut, sangat sensitif terhadap cahaya. Ia juga bisa berfungsi sebagai konduktor. Apalagi rambut jauh lebih murah dibanding silikon, sehingga biaya untuk membuatnya bisa diminimalisir. Solar panel ini juga bisa untuk mengisi baterai ponsel maupun penyedia listrik sepanjang malam.

Milan mulai tertarik dengan bidang elektronika ketika ia masih kanak-kanak. Waktu itu ia tinggal Khotang, sebuah wilayah pedalaman di Nepal yang tidak tersentuh listrik sama sekali. Ketika ia menemukan panel solar tersebut, warga desa banyak yang meragukan keberhasilannya.

“Mereka lebih percaya keajaiban dibanding pengetahuan. Namun mereka kini percaya,” kata Milan.

Untungnya pihak keluarga terus mendukung keyakinan yang dimilikinya. Maklum saja, latar belakang keluarga Milan berasal dari kalangan terdidik. Sementara warga desa lainnya tidak mendapat pendidikan yang layak, bahkan dipaksa bekerja sejak anak-anak.

Milan mengaku penemuannya terinspirasi buku Stephen Hawking yang dibacanya. Dalam buku tersebut dijelaskan cara membuat energi statis dari rambut. Dan ia pun tergoda untuk mencobanya. “Ini merupakan solusi mudah atas krisis energi yang kami alami saat ini. Yang terpenting sekarang memikirkan masa depan sembari menjaga bumi ini tetap hijau dengan menggunakan bahan-bahan alami,” tegasnya.


Suber: Energi Alternatif

Kapal Nelayan Berbahan Bakar Energi Surya dan Energi Angin


Harga solar yang menanjak kian memberatkan nelayan sehingga mereka tak dapat melaut. Untuk membantu kelangsungan mata pencaharian nelayan dan mengurangi ketergantungan pada BBM, diperkenalkan motor berpembangkit listrik hibrid, yaitu perpaduan sel surya dan kincir angin.

Motor tempel berbahan bakar solar menjadi pilihan para nelayan ketimbang menggunakan layar yang tergantung pada angin sehingga membuat lebih lambat melaju.

Selama berlayar, nelayan memerlukan energi untuk penerangan pada malam hari. Untuk itu, digunakan lampu petromaks. Kebutuhan energi ini tak dapat terpenuhi karena kelangkaan pasokan minyak tanah.

Untuk menggantikan motor tempel berbahan bakar minyak solar dan lampu petromaks, digunakan motor penggerak yang menggunakan baterai kering (aki). Baterai kering juga digunakan untuk lampu penerangan. Selama seminggu berlayar, nelayan paling tidak perlu membawa 10 aki untuk penerangan dan menggerakkan sistem navigasi.

Motor penggerak bertenaga baterai dikembangkan oleh Suji Kuswahjudi, inovator dari Pasuruan, Jawa Timur. Tamatan STM ini mengembangkan desain motor dengan bimbingan peneliti di Balai Besar Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Semarang.

”Penggunaan baterai kering untuk mesin perahu tempel dapat menjadi solusi bagi nelayan untuk mengatasi kesulitan BBM (bahan bakar minyak),” katanya. Baterai dapat menjalankan mesin perahu untuk menangkap ikan. Sistem ini telah dicoba nelayan di Danau Ranu, Pasuruan.

Pembuatan kapal motor bertenaga surya dirintis Sudiyono dan Bambang Antoko, perekayasa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dua tahun lalu. ”Kapal ini digunakan untuk wisata sungai, yaitu menyusuri Kali Mas di Surabaya,” kata Donald Manurung, seorang peneliti dari Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP) KKP.

Mereka merancang bangun kapal dengan panjang hampir 4 meter dan lebar 2 meter. Kapal berbobot lebih dari 0,56 ton itu digerakkan oleh aki. Baterai kering ini disetrum dengan sel surya yang terpasang di bagian atap kapal. Dengan luas 3,6 x 1,8 meter persegi, di atap kapal dapat termuat 18 panel sel surya.

Kapal katamaran

Kapal tersebut mengilhami Donald Manurung untuk membuat kapal bertenaga sel surya. Namun, kapal yang ia buat berbeda konstruksi, yaitu berupa kapal katamaran yang memiliki dua lambung.

Kegunaan kapal ini juga berbeda, yaitu sebagai pemantau perairan dan membantu nelayan membudidayakan rumput laut. ”Karena memiliki lambung ganda, kapal ini tak digunakan di ombak yang tinggi,” kata Berni Subki, Kepala Bidang Pelayanan Teknis P3TKP.

”Kapal katamaran ini hanya beroperasi di perairan tertutup dengan tinggi gelombang maksimum satu meter,” kata Manurung yang menyelesaikan S1- nya di Teknik Perkapalan ITS. Kecepatan kapal ini relatif rendah, hanya 5 knot alias 9 kilometer per jam.

Kapal ini memiliki spesifikasi panjang 3 meter dan lebar 2,8 meter. Menurut rencana, kapal itu dirancang bangun di galangan kapal Tanjung Priok. Manurung merancang kapal itu menggunakan 8 panel sel surya untuk menghasilkan listrik 120 watt. Listrik yang tersimpan dalam baterai kemudian menggerakkan motor berdaya 3 tenaga kuda.

Menurut dia, penggunaan sel surya akan menghemat biaya bahan bakar. Bila menggunakan solar, kapal nelayan yang berlayar selama 20 hari layar per bulan akan menghabiskan biaya Rp 1.350.000. Karena menggunakan panel sel surya, tidak diperlukan dana untuk membeli solar.

Pembelian dan pemasangan 9 panel pada kapal itu memerlukan total biaya Rp 45 juta. Meski biaya awal relatif besar, hal itu setara dengan 33 bulan tidak membeli solar. ”Sel surya dapat digunakan hingga 20 tahun. Jadi, dapat menghemat hampir tujuh kali lipat,” kata Manurung.

Kapal bertenaga sel surya sesungguhnya bukan hal baru. Di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa banyak dibuat kapal yang menggunakan sel surya, baik dari bahan film tipis maupun kristalin. Umumnya menggunakan monokristalin agar tetap dapat menyetrum baterai walau cuaca mendung. Meski demikian, penggunaannya belum dikembangkan lebih lanjut karena efisiensi masih rendah, di bawah 20 persen.

Kincir angin

Selain sel surya, kincir angin dapat digunakan untuk menyetrum aki. Menurut peneliti Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Suripno, rancangan kincir enam sudu dapat menghasilkan daya 80 watt. ”Dengan sudu banyak, kincir lebih mudah berputar meski kecepatan angin lemah, minimal 1,2 meter per detik,” tutur Suripno.

Uji coba kincir angin pada kapal nelayan dilakukan tahun 2002 di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, dengan hasil baik. SKEA dapat memasok 80 persen listrik pada baterai sehingga jumlah aki yang dibawa dapat dikurangi. Untuk seminggu berlayar, hanya perlu membawa dua aki dari sebelumnya 10 buah.

Tahun ini kincir angin tersebut dikembangkan dengan dukungan dana dari Kementerian Riset dan Teknologi dan mulai diproduksi oleh perusahaan swasta. Untuk satu unit kincir angin, diperlukan dana Rp 3 juta di luar baterai. Sistem ini dapat dipadukan dengan satu panel sel surya 100 watt berharga sekitar Rp 5 juta. Integrasi dapat dilakukan dengan menghubungkan dua unit itu dengan sistem kontrol hibrid.


Sumber: Energi Alternatif

Cara Cepat Membuat Biogas Dari Kotoran Hewan dan Sampah di rumah


Gas methan terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan atau disebut juga bakteri anaerobik dan bakteri biogas yang mengurangi sampah-sampah yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4) yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Sebetulnya di tempat-tempat tertentu proses ini terjadi secara alamiah sebagaimana peristiwa ledakan gas yang terbentuk di bawah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (Kompas, 17 Maret 2005). Gas methan sama dengan gas elpiji (liquidified petroleum gas/LPG), perbedaannya adalah gas methan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih banyak.

Kebudayaan Mesir, China, dan Roma kuno diketahui telah memanfaatkan gas alam ini yang dibakar untuk menghasilkan panas. Namun, orang pertama yang mengaitkan gas bakar ini dengan proses pembusukan bahan sayuran adalah Alessandro Volta (1776), sedangkan Willam Henry pada tahun 1806 mengidentifikasikan gas yang dapat terbakar tersebut sebagai methan. Becham (1868), murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882), memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan.

Pada akhir abad ke-19 ada beberapa riset dalam bidang ini dilakukan. Jerman dan Perancis melakukan riset pada masa antara dua Perang Dunia dan beberapa unit pembangkit biogas dengan memanfaatkan limbah pertanian. Selama Perang Dunia II banyak petani di Inggris dan benua Eropa yang membuat digester kecil untuk menghasilkan biogas yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Karena harga BBM semakin murah dan mudah memperolehnya pada tahun 1950-an pemakaian biogas di Eropa ditinggalkan. Namun, di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Kegiatan produksi biogas di India telah dilakukan semenjak abad ke-19. Alat pencerna anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. (FAO, The Development and Use of Biogas Technology in Rural Asia, 1981).

Negara berkembang lainnya, seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Niugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat pembangkit gas bio dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry) dan pipa penyaluran gas bio yang terbentuk.

Keuntungan teknologi ini dibanding sumber energi alternatif yang lain adalah: Menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari‑hari. Kotoran yang telah digunakan untuk menghasilkan gas dapat digunakan sebagal pupuk organik yang sangat baik. Dapat mengurangi kadar bakteri patogen yang terdapat dalam kotoran yang dapat menyebabkan penyakit bila kotoran hewan atau sampah tersebut ditimbun begitu saja.

Yang paling utama yaitu bisa mengurangi permasalahan penanggulangan sampah atau kotoran hewan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan teknologi tertentu, gas methan dapat dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik, menjalankan kulkas, mesin tetas, traktor, dan mobil. Secara sederhana, gas methan dapat digunakan untuk keperluan memasak dan penerangan menggunakan kompor gas sebagaimana halnya elpiji.

Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen disebut anaerobik digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana. material organik yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraiakan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. Tahap pertama material orgranik akan didegradasi menjadi asam asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asifdifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana.

Setelah material organik berubah menjadi asam asam, maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus, methanosarcina, methano bacterium.

Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi. Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah sampah / limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai. Aplikasi anaerobik digestion telah berhasil pada pengolahan limbah industri, limbah pertanian limbah peternakan dan municipal solid waste (MSW).

Proses dekomposisi anaerobik pada dasarnya adalah proses yang terdiri atas dua tahap, yaitu :

1. Proses Asidifikasi (proses pengasaman)
Proses asidifikasi teradi karena kehadiran bakteri pembentuk asam yang disebut dengan bakteri asetogenik. Bakteri ini akan memecah struktur organik kompleks menjadi asam‑asam volatil (struktur kecil). Protein dipecah menjadi asam‑asam amino. Karbohidrat dipecah menjadi gula dengan struktur yang sederhana. Lemak dipecah menjadi asam yang berantai panjang. Hasil dari pemecahan ini akan dipecah lebih jauh menjadi asam‑asarn volaid. Bakteri asetogenik juga dapat melepaskan gas hidrogen dan gas karbondioksida.

2. Proses Produksi Metan
Bakteri pembentuk metan (bakteri metanogenik) menggunakan asam yang terbentuk darl proses asidifikasi. Selain itu juga terdapat bakteri yang dapat membentuk gas metan dari gas hidrogen dan karbondioksida yang dihasilkan dari proses pertama.

Ada tiga kelompok dari bakteri dan Arkhaebakteria yang berperan dalam proses pembentukan biogas, yaitu:
1. Kelompok bakteri fermentatif: Steptococci, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae
2. Kelompok bakteri asetogenik: Desulfovibrio
3. Kelompok Arkhaebakteria dan bakteri metanogen: Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus.

Faktor‑faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Biogas
Pengaruh pH dan Alkalinitas
Alkalinitas adalah besaran yang menunjukkan jumlah karbonat dalam larutan. Keasaman diindikasikan oleh besaran pH. Keasaman sangat berpengaruh terhadap proses dekomposisi anaerobik, karena bakteri yang terlibat dalam proses ini hanya dapat bertahan hidup pada interval pH 6,5‑8. Asam yang dihasilkan oleh bakteri asetogenik digunakan oleh bakteri metanogenik dan pada akhirnya pH akan konstan. Secara natural tidak akan terjadi perubahan pH dalarn interval yang besar. Perubahan pH yang besar dapat terjadi karena perubahan dari lingkungan.

Pengaruh Temperatur
Bakteri anaerob sangat sensitif terhadap perubahan temperatur. Temperatur optimum untuk terjadinya proses dekomposisi anaerobik adalah sekitar 35oC. Bila temperatur terlalu rendah aktivitas bakteri akan menurun dan mengakibatkan produksi biogas akan menurun. Di lain pihak bila temperatur terlalu tinggi bakteri akan mati dan mengakibatkan produksi biogas akan terhenti.

Reaktor Biogas
Reaktor biogas (digester anaerob) adalah sebuah tempat yang kondisinya dijaga sedenilkian rupa sehingga proses dekomposisi dapat berjalan dengan optimum. Parameter keoptimuman dari proses ini adalah produksi biogas yang tinggi dengan waktu reterisi yang tidak terlalu larna.

Kebutuhan Gas
Gas yang dibutuhkan untuk memasak 1 liter air adalah sekitar 26 liter, jadi sekitar 200 liter gas perhari dibutuhkan untuk kebutuhan sehari‑hari rumah tangga. Bila gas ini mengandung 60% gas metan kita mernbutuhkan sekitar 120 liter metan per hari dengan kandungan energi sebesar 39MJ/m3.

Kebutuhan Kotoran Hewan atau sampah
Satu kilogram padatan diolah (bagian darl kotoran hewan atau sampah yang dapat terdegradasi) memproduksi 0,5 m3 metan, tetapi hanya setengah dari padatan tersebut yang akan terdekomposisi. Hal ini berarti kita harus menambahkan sekitar 0,5 kg padatan volatil per hari untuk dapat menghasilkan 120 liter gas metan.

Ukuran Digester
Digester merupakan sebuah reaktor yang dirancang sedemikian rupa sehingga kondisi didalamnya menjadi anaerobic, sehingga bisa memungkinkan proses dekomposisi anaerobic bisa terjadi. Kotoran harus ditampung dalam digester selama proses dekomposisi berlangsung atau dengan kata lain sampai kotoran tersebut menghasilkan biogas. Proses dekomposisi oleh bakteri anaerobik sangat dipengaruhi oleh ternperatur.

Biogas sebagian besar mengandung gs metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), dan beberapa kandungan yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfida (H2S) dan ammonia (NH3) serta hydrogen dan (H2), nitrogen yang kandungannya sangat kecil.

Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas, dan sebaliknya semakin kecil kandungan metana semakin kecil nilai kalor. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu : Menghilangkan hidrogen sulphur, kandungan air dan karbon dioksida (CO2). Hidrogen sulphur mengandung racun dan zat yang menyebabkan korosi, bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menyebabkan gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. Bila gas dibakar maka hidrogen sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama-sama oksigen, yaitu sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3). senyawa ini lebih beracun. Pada saat yang sama akan membentuk Sulphur acid (H2SO3) suatu senyawa yang lebih korosif. Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas, sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbukan korosif.

Ada beberapa jenis reactor biogas yang dikembangkan diantaranya adalah reactor jenis kubah tetap (Fixed-dome), reactor terapung (Floating drum), raktor jenis balon, jenis horizontal, jenis lubang tanah, jenis ferrocement. Dari keenam jenis digester biogas yang sering digunakan adalah jenis kubah tetap (Fixed-dome) dan jenis Drum mengambang (Floating drum). Beberapa tahun terakhi ini dikembangkan jenis reactor balon yang banyak digunakan sebagai reactor sedehana dalam skala kecil.

1. Reaktor kubah tetap (Fixed-dome)
Reaktor ini disebut juga reaktor china. Dinamakan demikian karena reaktor ini dibuat pertama kali di chini sekitar tahun 1930 an, kemudian sejak saat itu reaktor ini berkembang dengan berbagai model. Pada reaktor ini memiliki dua bagian yaitu digester sebagai tempat pencerna material biogas dan sebagai rumah bagi bakteri,baik bakteri pembentuk asam ataupun bakteri pembentu gas metana. bagian ini dapat dibuat dengan kedalaman tertentu menggunakan batu, batu bata atau beton. Strukturnya harus kuat karna menahan gas aga tidak terjadi kebocoran. Bagian yang kedua adalah kubah tetap (fixed-dome). Dinamakan kubah tetap karena bentunknya menyerupai kubah dan bagian ini merupakan pengumpul gas yang tidak bergerak (fixed). Gas yang dihasilkan dari material organik pada digester akan mengalir dan disimpan di bagian kubah.

Keuntungan dari reaktor ini adalah biaya konstruksi lebih murah daripada menggunaka reaktor terapung, karena tidak memiliki bagian yang bergerak menggunakan besi yang tentunya harganya relatif lebih mahal dan perawatannya lebih mudah. Sedangkan kerugian dari reaktor ini adalah seringnya terjadi kehilangan gas pada bagian kubah karena konstruksi tetapnya.

2. Reaktor floating drum
Reaktor jenis terapung pertama kali dikembangkan di india pada tahun 1937 sehingga dinamakan dengan reaktor India. Memiliki bagian digester yang sama dengan reaktor kubah, perbedaannya terletak pada bagian penampung gas menggunakan peralatan bergerak menggunakan drum. Drum ini dapat bergerak naik turun yang berfungsi untuk menyimpan gas hasil fermentasi dalam digester. Pergerakan drum mengapung pada cairan dan tergantung dari jumlah gas yang dihasilkan.

Keuntungan dari reaktor ini adalah dapat melihat secara langsung volume gas yang tersimpan pada drum karena pergerakannya. Karena tempat penyimpanan yang terapung sehingga tekanan gas konstan. Sedangkan kerugiannya adalah biaya material konstruksi dari drum lebih mahal. faktor korosi pada drum juga menjadi masalah sehingga bagian pengumpul gas pada reaktor ini memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan menggunakan tipe kubah tetap.


Sumber: Berita Informasi Terkini Energi Alternatif

Cara Membuat Biofuel Dari Lemak Binatang Buaya


Sampai sejauh ini, pengganti bahan bakar adalah minyak biodiesel yang terbuat dari kedelai atau jagung. Masalahnya tumbuhan itu juga digunakan sebagai makanan manusia dan hewan. Para peneliti di kampus Lafayette di University of Louisiana mengklaim telah menemukan bahan boifuel yang diambil dari lemak alligator (buaya bermoncong tebal dan pendek).

Menurut prosfesor rekayasa kimia di universitas Lousiana bernama Rakesh Bajpai, buaya dipanen untuk kulit dan dagingnya, sementara lemaknya dibuang begitu saja. Alligator tidak seperti crocodile (buaya bermoncong lebih meruncing) yang masuk dalam kategori hewan yang terancam punah dan dilindungi. Sedangkan buaya masih berlimpah di Lousiana.

“Jadi jika Anda mulai melihat alligator yang mati tertabrak kendaraan di jalan, itu artinya Anda sudah tiba di Lousiana,” gurau Dr Bajpai. Penelitian yang ia lakukan bersama lima orang timnya diterbitkan di dalam jurnal Industrial Engineering Chemistry Research yang menyatakan bahwa mereka berhasil mengubah 61% lemak alligator menjadi cair dan dapat digunakan sebagai biofuel.

15 juta pound (6,8 ton) lemak alligator akan menjadi 1,23 juta galon (4.656 liter) bahan bakar dengan kandungan energi 91% dari petroleum diesel (minyak solar). Dr Bajpai dan para koleganya memperkirakan bahwa sebuah pabrik besar bisa memproduksi biofuel dari lemak alligator dengan harga US$2,40 per galon (sekitar Rp5.409 per liter), tidak termasuk biaya transportasi lemak.

Sementara lemaknya sendiri diperkirakan tidak ada harganya selama ia masuk dalam kategori limbah. Harga di atas tadi akan sangat bersaing dengan minyak solar, di Lousiana tentunya.

Setiap tahun, kira-kira 15 juta kilogram lemak buaya dibuang ke dalam tempat sampah sebagai hasil sampingan pemprosesan daging buaya. Rupa-rupanya, lemak buaya adalah calon utama untuk biodiesel hewan yang dapat diperbaharui

Kekurangan makanan di seluruh dunia telah menyebabkan kebuluran yang meluas tahun ini, terutamanya di Afrika, yang menimbulkan beberapa permasalahan tentang kekerasan (dan keadilan) menggunakan tanaman makanan seperti jagung dan kacang kedelai untuk membuat bahan bakar biofuel.

Sisa makanan adalah satu alternatif yang baik, dan kita telah melihat banyak projek yang menggunakan minyak goreng restoran repurposed sebagai biodiesel, misalnya. Tetapi ini hampir tidak dapat memenuhi keperluan diesel negara pada tahun 2008. Lemak hewan dapat diambil dari sisa makanan, tetapi beberapa lemak hewan tidak sangat sesuai untuk pembuatan bahan bakar biofuel.

Penyelidik di Universiti Louisiana telah mencoba untuk membuat lemak buaya menjadi sumber yang lebih baik. Srividya Ayalasomayajula, Ramalingam Subramaniam dan rekan-rekan mereka tahu lemak buaya mempunyai kandungan lipid tinggi, yang boleh menjadi calon biodiesel yang menjanjikan.

Untuk menguji hipotesis ini, para ilmuwan memperolei beberapa contoh lemak buaya beku dari mesin pengelola daging, dan diolah dengan gelombang mikro untuk mengeluarkan lemak. Mereka juga menggunakan pelarut kimia.

Ketua penyelidik, Rakesh Bajpai, dari American Chemcial Society berkata: “Terdapat keraguan bahwa menggunakan kacang kedelai dan bahan lain dari tanaman yang dapat dimakanan untuk menghasilkan bahan bakar biodiesel akan menaikkan harga makanan.

“Kebanyakan dari 700 juta gelen biodiesel yang dihasilkan di Amerika Syarikat datang dari minyak kacang kedelai.” Kajian ini diterbitkan dalam Industrial & Engineering Chemistry Research.

Cara Membuat Baterai Hemat Energi Dari Secangkir Kopi


Perkembangan teknologi akhir-akhir ini mulai merambah di bidang pemberdayaan sumber energi alternatif. Salah satunya ialah penggunaan kopi sebagai sumber energi. Saat ini, teknologi terbaru Nespresso Capsules tengah dikembangkan agar dapat diproduksi secara massal dan murah. Nespresso Capsules ialah sebuah baterai hemat energi yang menggunakan kopi sebagai bahan dasarnya. Ide penemuan baterai ramah lingkungan ini pertama kali digagas oleh Mischer Traxler.

Struktur sumber energi alternatif ini terdiri dari kapsul alumunium, dengan strip tembaga, air garam, dan tentunya bubuk kopi. Prinsip kerja baterai ini pun cukup sederhana, alumunium berfungsi sebagai anoda, kemudian tembaga sebagai katoda, sedangkan air garam berfungsi sebagai elektrolit. Bisa dikatakan proses kimia dalam baterai ini mirip dengan cara kerja baterai mobil.

Dalam proses kimia yang cukup sederhana tersebut, setiap baterai mampu menghasilkan energi listrik sebesar 1,5 – 1,7 Volt, setara dengan baterai ukuran AA yang sering kita gunakan. Sehingga kelak baterai hemat energi ini diharapkan mampu menggantikan baterai standar. Seperti yang kita ketahui, sumber energi baterai konvensional yang kita pakai sekarang memiliki bahan dasar yang cukup berbahaya bagi lingkungan.

Baterai bertenaga kopi ini sudah diuji penggunaannya dalam Venice Design Week, di mana 700 baterai kopi ini mampu memberi tenaga bagi jam di festival teknologi tersebut. Saat ini, kinerja baterai ini tengah dalam pengembangan. Harapannya, kelak baterai ini juga bisa menggantikan sistem baterai yang lebih rumit seperti yang digunakan produk-produk teknologi informasi, diantaranya baterai laptop maupun baterai handphone.


Sumber: Berita Terkini Energi Alternatif

Klik Iklan Ini

Tinggalkan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Blogger Templates | Modified by Ali Shodikin